Berbagilah, Jangan Tunda!

Berbagilah, Jangan Tunda!

Sedekah – Kalau sudah waktunya berbagi, ya bagi saja. Berikan. Kalau perlu kosongkan. Huhuhu

Saya bukan tipikal orang yang kuat beribadah. Masih sangat ingin terus belajar. Dan saat belajar, selalu diganggu dengan kemalasan. Apa kalian juga demikian? Hihi cari teman.

Dan karena itu, saya memutuskan untuk membuat target. Dan syaratnya, kalau sudah ditentukan, maka tidak boleh dilanggar. Sekali melanggar maka akan ada dampaknya, dan ini fatal sekali. Minimal kita akan jadi pemalas. Pemalas banget. Entah sejam, sehari, atau bahkan berhari-hari. Biasanya gitu.

Makanya target saya kemudian saya buat ringan, itung-itung latihan. Do from you can do. From your level. Selain menjaga 5 waktu berjamaah, saya targetkan setiap ada uang, jangan sungkan berbagi. Berapapun. Sedikit atau banyak, keluarkan saja. Eits, Jangan diketawain ya. Mungkin ini terlihat sepele, tapi bagi saya justru inilah intinya inti. Berat banget lho jaga 5 waktu berjamaah dan menjaga Istiqomah berbagi itu. Huhuhu…

Kata Gus Baha’, sedekah tidak mesti apa yang kita berikan kepada para dhuafa, kita beli produk orang lain itu juga sudah sedekah, margin keuntungan yg kita berikan kepada mereka itu juga bisa jadi sedekah. Hihihi. Dan akhirnya, setiap belanja, diniati saja untuk shodaqoh. Kita tambah senang belanja, orang lainpun juga senang dapat keuntungan. Tambah semangat ini belanjanya. Hahaha

Dan keajaiban-keajaiban di balik sedekah ini luar biasa saya rasakan. Seperti ketenangan, keharmonisan dalam keluarga, kemudahan setiap dapat masalah, dan yang pasti urusan rezeki, tidak bikin pusing. Selalu diberi Allah keberkahan. Alhamdulillah.

Ada kisah menarik. Seperti biasa, jika akhir pekan, sering kami sempatkan pulang kampung, sowan emak. Ngalap berkah dan nambah imun semangat. Ya, meskipun jika pulang kampung hanya satu kedipan. Berangkat jam 8 malam, jam 8 pagi sudah balik lagi. Yang penting sowan emak dan imun nambah. Dan ini sering. Dua kali sebulan bahkan lebih.

Jadi sudah biasa juga, kalau pulang kampung, para krucil sering dikasi angpao sama mbahnya. Alhamdulillah cukuplah buat nraktir papa-mamanya makan bakso Boedjangan, hihihi. Alhamdulillah. Tapi mereka sudah punya target sendiri dengan tabungannya. Mereka simpan.

Nah, suatu ketika, sebelum berangkat ke rumah emak, saya nemu uang di saku celana. Lecek. Kena cuci. Entah ke berapa kalinya. Saat dibuka, eh ternyata lumayan, 50rebu. Baru kebuka tu duit, ada adik yang maen nyelonong, nyambar tuh duit. Agak gregetan sih, tapi akhirnya saya kasihkan saja. Syaratnya, rumah harus bersih. Nah tuh, g ikhlas kan ya? Hahaha

Dan berkali-kali juga Allah tunjukkan Karunia-Nya, Kebesaran-Nya, Kehebatan-Nya. Alhamdulillah perjalanan pulang kami diberi kelancaran. Pulang pergi selamat tanpa kendala. Sehat wal Afiyat. Dan luar biasa lagi, apa yang kita keluarkan, Allah balas dengan berlipat-lipat.

Para krucil lagi2 dikasi angpao. Ah udah biasa kali ya? Bagi saya tidak, ini adalah rezeki dari Allah. Rezeki yang harus disyukuri. Dan tidak cukup itu, Simbah juga maksa kami bawa 2 karung beras premium, 3kg gula premium, 1 pouch minyak goreng, plus telur 1kresek. Belum lagi ada banyak mujaer goreng juga dibawakan. Hua hua

Alhamdulillah, Alhamdulillah bini’matihi tatimmushholihat. Awalnya kami menolak, lha sudah sering pulang, kok dibawain sembarang-sembarang. Tapi beliau terus memaksa. Ya sudah, kami nyerah dan akhirnya mau membawa. Kami yakin, ini rezeki dari Allah. Bismillah walhamdulillah.

Para pembaca yang Budiman. Kita tidak pernah tahu seberapa banyak rezeki seseorang. Kita juga tidak pernah tahu bagaimana cara Allah memberikan kecukupan kepada hamba-Nya. Yang kita tahu dan yakini bahwa Allah itu Maha Kuasa, Maha mencukupi semua hamba-Nya dengan cara-Nya yang elegan. Maha Pengasih dan Penyayang, yang kasih sayangnya tak terbatas, tak pernah putus, walau kita selalu durhaka pada-Nya. Astaghfirullah…

Tanamkan yakin kepada Allah dan galakkan berbagi. Kita bisa! Ya, in sya Allah kita pasti bisa!

Alhamdulillah, tsumma al-hamdulillah.

Tinggalkan komentar