BIRRUL WALIDAIN: Keajaiban Menghormati Orang Tua

BIRRUL WALIDAIN: Keajaiban Menghormati Orang Tua

Birrul Walidain – Birrul Walidain menjadi suatu hal yang sangat penting dilakukan oleh seorang anak. Birrul walidain adalah bagian dari perintah Allah dan Rasulnya. Orang tua yang telah melahirkan, mengasuh dan mendidik mereka seyogyanya mendapatkan penghargaan yang luar biasa dari sang anak. Mereka bukan hanya berkorban waktu, tenaga, dan uang, tapi semua yang mereka punya, mereka kerahkan untuk kebahagiaan dan keselamatan sang buah hati di dunia maupun di akhirat.

ORANG TUA ADALAH PINTU MENUJU  SURGA

Birrul Walidain
Alloh telah menurunkan dua mutiara dari surga yang diletakkan di telapak kaki sang ayah dan sang  ibu”. Barang siapa yang menghormati orang tuanya, memperlakukannya seperti raja maka rizkinya, derajatnya akan dijadikan oleh Alloh seperti  sang raja”. Dalam sebuah maqolah :

مَنْ عَاشَ خَادِمًا تَحْتَ قَدَمِ أُمِّهِ #   عَاشَ سَيِّدًا فَوْقَ رُؤُوْسِ قَوْمِهِ

“ Barang siapa menjadi pembantu dibawah telapak kaki si ibu , maka ia menjadi raja di atas kepala para kaumnya.

Barangsiapa yang memperlakukan orangtuanya seperti pembantu maka rizki dan derajatnya seperti pembantu.

 

KEAJAIBAN DO’A IBU

✒ Fakta sejarah telah memberikan bimbingan kepada  kita bahwa: “Nabi Musa AS. Berdoa kepada Alloh SWT selama 40 tahun untuk menundukkan Raja Fir’aun , akan tetapi doa beliau ( Nabi Musa) tidak didengar  dan tidak dikabulkan oleh Alloh SWT. Mengapa doa Nabi Musa AS. Tidak segera dikabulkan oleh Alloh ? Maka jawabannya adalah Karena Raja Fir’aun sangat berbakti kepada ibunya, sangat perhatian kepada ibunya, Sampai-sampai Nabi Musa AS tersesat dipinggir laut ketika dikejar oleh raja Fir’aun, ketika itu raja fir’aun juga minta doa kepada umatnya nabi Musa yang alim untuk menyesatkan Nabi musa. Pada saat Raja fir’aun mengejar Nabi Musa AS. Sedangkan raja Fir’aun dan semua tentaranya berada di tengah laut . Doa Nabi Musa dikabulkan oleh Alloh karena ketika itu bertepatan dengan ibunya raja Fir’aun meninggal dunia, Lalu raja Fir’aun tenggelam di laut beserta anak buahnya.

 

✒ ” Uwais Al- Qorny diberi  oleh Alloh derajat yang tinggi di akhirat, beliau menjadi salah satu raja di surga. Mengapa beliau mendapat derajat yang tinggi disisi Alloh SWT. ? Karena beliau selalu dan sangat berbakti kepada ibunya, ia suapi ibunya, ia gendong ibunya kesana kemari. Alloh SWT berfirman:

وبرا بوالدتي ولم يجعلني جبارا شقيا

Artinya: ” Dan berbakti kepada ibuku, Alloh tidak menjadikanku sombong dan celaka”.

 

Apa yang dilakukan sahabat ketika merasa bersalah dengan ibunya:

Sebuah hikayah: Sahabat Abu Huroiroh RA. Ketika dipanggil oleh ibunya ia menjawab dengan sopan, tapi suaranya lebih keras sedikit dari ibunya. Maka ia minta maaf kepada ibunya, ia membaca istighfar sebanyak banyaknya,  lalu ia pergi ke pasar untuk memerdekakan dua budak sebagai ganti dari sikapnya yang kurang sopan kepada ibunya.

 

Durhaka yang paling ringan kepada orang tua adalah ucapan ” Hus” , ” cek dan semisalnya”.

Alloh berfirman:

ولا تقل لهما اف

Artinya: ” Janganlah engkau berkata Hus kepada kedua orang tuamu”.

 

Semoga kita semua dipermudah oleh Alloh SWT untuk berbuat baik kepada  kedua orang tua. Semoga kita semua mendapat siraman barokah dari doa kedua orang tua kita sampai akhir hayat kita. Semoga orang tua kita selalu mendapatkan ampunan dan kasih sayang dari Alloh dan diberi derajat disisinya dengan surganya. Amin.

 

MENCETAK ANAK SHOLEH

Birrul Walidain
Birrul Walidain

Anak adalah mutiara orang tua dalam kehidupan. Ketika sang anak mempunyai ahlak yang mulya maka orang tua akan merasa bahagia. Sang anak bisa menarik sang orang tua menuju surge , maka :

” Sayangilah anakmu karena salah satu dari anakmu akan menghantarmu ke surga karena kesolehannya”

” Gus Mus pernah dawuh: ” Arti orang soleh adalah orang yang pantas masuk surga”

” Menurut pendapat ulama’ ahli Thoreqot

الصالح هو من مات وقلبه مستغرق في الله

Orang sholeh adalah orang yang ketika meninggal dunia hatinya tenggelam ingat pada Alloh, hatinya bisa dzikir kepada Alloh “.

Menurut bahasa ulama’ موت قبل الموت ( mati sebelum mati) ya’ni ahli toriqot ketika dzikir sirri lidahnya diangkat ke atas langit langit seperti orang mati, ketika dzikir lafat (Alloh  Alloh) dihatinya, ia membayangkan seakan akan ia di tandu diatas keranda seperti orang mati.ketika itu ia membaca wirid Alloh Alloh. Maka ketika ia mati benaran, hatinya dzikir/ masih ingat kepada Alloh dan ia disebut orang sholeh  yang sudah pasti ia akan dimasukkan ke  surga.

 

PETUNJUK ULAMA’ UNTUK MENCETAK ANAK SHOLEH

Banyak  cara untuk mendapatkan anak yang sholeh, di antaranya adalah :

  • Gus Mik dari ploso Kediri jawa timur mempunyai 6 saudara , semua saudaranya baik laki- laki maupun perempuan menjadi orang yang alim. Apa rahasianya ? ” Karena Ibunya sangat alim, setiap habis sholat beliau membaca fatihah untuk anak anaknya, tiap satu anak dibacakan 70 fatihah”.  Maka sudah barang tentu anaknya menjadi anak yang hebat karena tirakat dari orang tuanya, karena doa dari orang tuanya.
  • Ayahnya imam ghozali orang biasa dan terlahir dari keluarga yang tidak punya, akan tetapi ketika ayahnya mengaji di masjid dihadapan orang alim, beliau selalu berdoa untuk anaknya, ” ya Alloh jadikanlah anakku seorang yang alim , yang sholeh” doa ini selalu dibaca ketika beliau berada dihadapan gurunya. Sehingga doa beliau didengar oleh Alloh. Dan beliau diberi putra yang sangat alim yang dijuluki “ Hujjatul Islam “ Argumentator islam.
  • Seorang habib didatangi oleh temannya yang menanyakan kenapa anak anak habib semuanya menjadi orang yang Alim, sedangkan sang teman juga selalu berdoa untuk anaknya tapi anaknya alimnya tidak seperti anak habib. Sang Habib menjawab:”Bahwa selain putra putra beliau didoakan sehabis solat, beliau tiap bertemu dengan putra putranya selalu berdoa. Ketika putranya makan  beliau berdoa : ” ya Alloh berilah anak anakku rizki yang banyak dan barokah. ” Ketika putranya bermain beliau berdoa : ” ya Alloh bahagiakanlah anak anakku didunia dan di akhirat. Ketika putranya tidur beliau berdoa : ya Alloh angkatlah derajat anak anakku.

Dalam survei: Ditemukan fakta bahwa berhasilan Anak 80% tergantung dari seorang ibu.

Fakta sejarah dalam Al-Qur’an:

Ada dua anak yatim di madinah yang hartanya dibawah dinding yang hampir roboh lalu dibangun oleh Nabi Hidir. namanya terukir dalam Al-Qur’an. Nabi Musa AS sampai bertengkar dengan Nabi hidir AS. dijelaskan dalam surat al-Kahfi:

“ Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang Ayahnya adalah seorang yang saleh, Maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya”.

Apa rahasianya?

وكان أبوهما صالحا

“Karena ayahnya  adalah seorang yang sholeh”

Usut punya usut ternyata ابوهما adalah neneknya yang ke 7 yang sholihah yang bisa memberi berkah kepada cucunya.

Semoga anak anak kita menjadi anak yang sholih sholihah, yang selalu berbakti kepada ke dua orang tua. Amin

 

BEBERAPA CARA AGAR TIDAK MALAS BERDO’A UNTUK ANAK

Ketika seseorang malas melakukan dzikir maka  ingatlah nasib anak dan rizki  yang diberikan oleh Alloh kepada semua hambanya bisa ditakdirkan baik oleh Alloh dengan jalan meminta kepadaNYA dengan do’a dan beramal sholeh. Nabi Ibrahim AS. Diberi anak yang sangat sholeh oleh Alloh karena doa beliau selama empat puluh tahun sebelum Nabi Ismail terlahir.

Para Kyai yang sangat alim di negeri ini pasti mereka mendapat barokah dari do’a orang tuanya setiap malam . Seseorang yang diberi derajat yang tinggi itu barokah dari do’a orang tuanya yang selalu dipanjatkan pada tengah malam. Pujangga Arab berkata:

بِقَدْرِ الْكَدِّ تُكْتَسَبُ الْمَعَالي  #  وَمَنْ طَلَبَ الْأولَى سَهِرَ الَّلَّيَالِي

 

Dengan sebatas kesungguhan kemulyaan dapat diperoleh, dan barang siapa mencari kemulyaan maka hendaklah tidak tidur di malam hari. Orang tua hendaklah mempunyai rasa kasih sayang  kepada anaknya .Dengan cara orang tua selalu mau mendoakan kepada anaknya . Karena keberhasilan anak tergantung kepada kesungguhan kedua orang tuanya . Ketika anak bahagia , maka orang tua juga ikut bahagia, ketika anak susah maka orang tua juga ikut merasakan.

Hikmah dari Hikayat

Abduloh bin Mas’ud RA. sahabat Rosululoh SAW. bangun malam hari karena terdorong dari anaknya. Ketika ia akan melasanakan sholat pada malam hari ,Ia melihat anaknya yang masih kecil yang tertidur sabil berkata:

 

“من أجلك يا بني، ويتلو وهو يبكي قوله تعالى: ” وكان أبوهما صالحاً”.

“ Karenamu wahai anakku (aku bangun dan berdo’a ) . sambil menangis beliau membaca firman Alloh SWT. “ Dan orang tuamu berdua adalah orang yang sholeh”

 

Abdulloh bin Musyayyab RA. Ketika ingin melakukan sholat pada malam hari ia melihat anak anaknya sambil berkaa:

“ اني ازيد في صلاتي ليصلحك الله وليحفظك الله ثم يبكى وهو يتلو قول الله تعالى وكان ابوهما صالحا”

“ Sesunguhnya aku menambah sholatku  agar Alloh menatamu (kehidupanmu) dan menjagamu “ kemudia Ia menangis sambil membaca firman Alloh SWT. “ Dan orang tua kamu berdua adalah orang yang sholeh”.

 

Orang tua mempuyai peranan peting dalam mencetak generasi yang unggul, Jika orang tua bisa menjadi suri tauladan yag baik untuk anak- anaknya , berperangai yang baik, bertutur kata yang baik , bisa memberi nasihat yang baik kepada mereka dan mempunyai hubungan hati yang kuat dengan Alloh, serta bisa menjaganya Niscaya  Alloh akan melindungi mereka dan  bahkan semua keturunannya ke bawah akan dilindungi oleh Alloh SWT.

 

MACAM-  MACAM  SIKAP ANAK  KEPADA  ORANG TUANYA

Birrul Walidain
Birrul Walidain

١- أحدهم : لايفعل ما يأمره به والداه فهذا  عاقّ

“ Yang pertama : Anak yang tidak melaksanakan perintah orang tuanya , maka ini disebut durhaka kepada orangtuanya.

 ٢- والآخر :يفعل ما يؤمر به وهو كاره, فهذا لا يؤجر.

“ Yang ke dua : Anak yang melaksanakan perintah orang tuanya, akan tetapi ia tidak senang dengan perintah itu , maka ini sia sia tidak mendapat pahala , (Ia belum termasuk anak yang berbuat baik kepada orang tua).”

٣- والثالث : يفعل ما يؤمر به ، ويتبعه بالمنّ والأذى والتأفّف *ورفع الصوت فهذا  يؤزر

“ Yang ke tiga : Anak yang melaksanakan perintah dari orang tuanya, akan tetapi ia meng undat undat , menyakitkan hati dan disertaui ucapan “HUS” serta dengan nada yang t inggi, maka perlakuan anak kepaa orangtua ini pantas untuk di ta’zir / dihukum , (Ia belum termasuk berbuat baik kepada orang tua).”

٤- والرابع :  يفعل ما يؤمر به ، بطيبة. نفس ، فهذا  مأجور  وهم قليل .

“ Yang ke empat : Anak yang melaksanakan perintah orang tuanya, dengan hati yang baik (ikhlas) , maka ini pantas  mendapat pahala ,dan ini sedikit sekali. (Ia termasuk anak  yang berbuat baik kepada orang tua).”

 ٥- والخامس : *يفعل ما يريده والداه قبل أن يأمروا به ، فهذا هو ؛ ( البارُّ الموفق ), وهم نادرون.

“ Yang ke lima: Anak yang melaksanakan kehendak orang tuanya sebelum ia diperintah oleh orang tuanya, maka ini adalah berbakti kepada orang tua  yang sesungguhnya, akan tetapi mereka itu langkah dan sangat jarang”

Dua golongan anak nomor empat dan nomor lima bisa dijamin kehidupan setelahnya akan merasakan enak: Barokah umurnya, luas rizkinya, terang hatinya dan mudah segala urusannya. Itu semua adalah fadhol dari Alloh SWT. Yang hanya diberikan kepada orang orag yang Ia kehendaki.

 

ADAB DAN CARA BIRRUL WALIDAINI:

  • Birrul walidaini tidaklah hanya mencium tangan ke dua orang tua atau mencium ke dua kaki orang tua, kemudian seseorang mengira bahwa ia telah berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Akan tetapi birrul walidaini adalah engkau menebak /mengetahui apa yang biasa di kehendaki di hati orang tuamu , dengan tanpa menunggu diperintah orang tua engkau sudah memberikannya.
  • Birrul walidaini adalah engkau mengetahui apa yang menyebabkan orang tuamu senang , dan engkau segera untuk memenuhinya walaupun engkau mendapatkan kesulitan dan kesengsaraan dan engkau menyembunyikan kesulitan itu dihadapan mereka.
  • Birrul walidaini adalah menjaga waktu istirahat orang tua, ketika orang tua perlu untuk dijaga agar tidak diganggu dalam istirahatnya, maka seorang anak yang tidur duluan guna untuk bangun malam untuk menjaga orang tua itu adalah birrul walidaini.
  • Birrul walidaini adalah ketika orang tua menginginkan makanan yang disenangi dan engkau mengabulkan , selama makanan itu tidak membahayakan kesehatannya maka ini termasuk birrul walidaini.
  • Birrul walidaini adalah engkau memberikan hartamu kepada orang tuamu , walaupun orang tuamu kaya mempunyai banyak uang. Seorang anak janganlah berfikir berapa uang orang tuaku?, Berapa yang di belanjakan ?, Apakah mereka membutuhkan ketika aku memberinya?Ini semua dilakukan untuk memperoleh birrul walidaini .
  • Birrul walidaini adalah seorang anak mencari sekuat tenaga apa yang menyebabkan orang tua bahagia . seorang anak yang harus berjuang membahagiakan orang tua.

Sudah cukup orang tua melindungi anaknya, memberi makan dan minum anaknya, mencarikan nafkah anaknya, membiayai pendidikan anaknya dengan tanpa memikir panjang dan tanpa pertimbangan , semua yang dimilikinya diberikan kepada kebutuhan anaknya. Sungguh besar pengorbanan orang tua kepada anak. Sedikit yang bisa dilakukan oleh sang anak melainkan “ buatlah orang tuamu tertawa karenamu”

 

Semoga kita semua dicatat oleh Alloh SWT. Sebagai hamba yang “BIRRUL WALIDAINI” Semoga semua orang tua kita selalu diberi ampunan dan rahmat oleh Alloh.

Boleh Copypaste materi dari web ini, tapi jangan lupa cantumkan sumbernya ya. Terimakasih.

 

Tinggalkan komentar