CARA MENJADI KAYA: Resep Kaya dari Rasulullah SAW

CARA MENJADI KAYA: Resep Kaya dari Rasulullah SAW

Cara Menjadi Kaya – Sebagai mukmin dan muslim, kita meyakini bahwa prinsip dasar hidup kita berpedoman kepada Al-Qur’an dan al-hadits. Kedua dasar ini adalah yang menjadi petunjuk kita untuk menggapai kesuksesan di dunia dan di akhirat. Kesuksesan di dunia adalah nilai kebermanfaatan kita dan kelapangan rizki yang Allah berikan sehingga mampu berbuat sesuatu untuk orang lain .Sedang keselamatan di akhirat, adalah saat kita mampu beribadah dan mengabdi kepada Allah dengan sepenuh hati.

Kedua aspek ini akan sangat dominan kita rasakan apabila kita telah selesai dengan diri kita sendiri. Telah tercukupi kebutuhan kita sendiri. Ada banyak cara yang diajarkan dalam Islam agar meraih dimudahkan urusan rizki, yang tentunya semua bermula dari kegigihan dan semangat kerja keras.

 

Baca juga: PUASA DAUD: Pengertian, Niat, Tata cara, dan Hikmah di dalamnya (Lengkap)

 

Petunjuk Rasulullah

Agar mendapat rizki melimpah dan berkah dan perekonomian yang lebih baik, Salah satu ajaran Rasulullah yang masyhur termaktub dalam sebuah kisah yang ditulis oleh Syaikh Nawawi Banten dalam kitab tafsir Marah Labid atau lebih dikenal dengan tafsir al-Munir. Di dalamnya, Syaikh Nawawi Banten menuturkan kisah sebagai berikut:

 

 عن سهل بن سعد جاء رجل إلى النبي صلّى الله عليه وسلّم وشكا إليه الفقر فقال: «إذا دخلت بيتك فسلم إن كان فيه أحد وإن لم يكن فيه أحد فسلم على نفسك واقرأ قل هو الله أحد مرة واحدة. ففعل الرجل فأدر الله عليه رزقا حتى أفاض على جيرانه

Artinya:

“Dari Sahl bin Sa’d, seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan mengadu kepadanya perihal kefakiran. Rasul bersabda, ‘Bila engkau memasuki rumahmu, ucapkanlah salam bila di dalamnya ada seseorang. Bila tidak ada seorang di dalamnya, maka bersalamlah untuk dirimu dan bacalah surat qul huwallâhu ahad sekali.’ Lelaki itu mengamalkannya. Allah melimpahkan kepadanya rezeki hingga meluber kepada para tetangganya.”

 

Penjelasan Hadis

Apa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah sesuatu yang sangat sederhana dan tentu biasa dilakukan oleh kebanyakan orang. Tapi bisa jadi, kita tidak memperhatikan dan mengamalkannya dengan sepenuh hati bahkan jarang mempraktikkannya.

Dalam hadis tersebut terdapat pernyataan, meberi salam kepada diri sendiri. Apa maksudnya? Memberi salam kepada diri sendiri, menurut Syaikh Nawawi Banten dalam menafsirkan Surat al-Nur ayat 61 beliau menuturkan bahwa Ibnu Abbas dan Qatadah mengajarkan:

وقال ابن عباس: إن لم يكن في البيت أحد فليقل: السلام علينا من قبل ربنا

Artinya:

“Ibnu Abbas berkata, ‘Bila tak ada siapapun di dalam rumah, maka ucapkanlah ‘assalâmu ‘alainâ min qibali rabbinâ’ (keselamatan bagi kami dari Tuhan kami).”

وقال قتادة: إذا دخلت بيتك فسلم على أهلك فهم أحق بالسلام ممن سلمت عليهم، وإذا دخلت بيتا لا أحد فيه فقل: السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين

Artinya:

“Qatadah berkata, ‘Bila engkau memasuki rumahmu, maka ucapkanlah salam kepada keluargamu. Mereka lebih berhak mendapatkan salam daripada orang lain yang engkau salami. Bila engkau memasuki sebuah rumah yang tak ada seorang pun di dalamnya, ucapkanlah, ‘assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhis shâlihîn,’ (keselamatan bagiku dan bagi hamba-hamba Allah yang saleh).”

 

Kesimpulan

Inilah ajaran luhur dari Rasulullah untuk kemudian menjadi solusi bagi ummatnya yang diberikan kelimpahan dan keberkahan rizki. Sesuatu yang sudah biasa dan perlu dibiasakan serta ditingkatkan dalam rangka menjaga akhlak yang bagi dimulai dari lingkungan terdekat. Dengan membiasakan mengucap salam dan membaca surat al-Ikhlas saat memasuki rumah, semoga Allah menurunkan keberkahan-Nya, membuka pintu rahmat-Nya untuk kita semua. Aamiin Ya Mujibassailin.

 

 

Tinggalkan komentar