CINTA RASULULLAH: Kisah Cinta Para sahabat kepada Rasulullah SAW

CINTA RASULULLAH: Kisah Cinta Para sahabat kepada Rasulullah SAW

Cinta Rasulullah – Cinta adalah perasaan senang di hati kepada seseorang yang terkadang diungkapkan dengan kata kata atau perbuatan. salah satu perasaan cinta yang sangat di anjurkan dalam Islam setelah cinta kepada Allah SWT. dan pelakunya mendapat pahala serta mempermudah masuk surga adalah cinta Rasulullah SAW.

Abdul Mutholib kakek Rasulullah SAW, ketika Rasulullah terlahir, ia menyembelih kambing dan mengundang pembesar Quraisy sebagai bentuk kecintaannya kepada Rasulullah. Kebiasaan memperingati hari lahirnya Rasulullah ini sampai sekarang selalu diperingati di suluruh penjuru dunia untuk menghormati beliau, untuk memuliakan beliau dan sebagai bentuk kecintaan umatnya kepada beliau. Dan untuk mengharapkan bisa bertemu dengan beliau di surga kelak. Sebagaiman sabda beliau:

مَنْ اَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ

Artinya : “Barang siapa cinta kepadaku (Cinta Rasulullah) maka ia bersamaku di surga”

Abu Lahab paman Nabi yang telah ditulis dalam Al-Qur’an dan dilaknat

تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan Sesungguhnya Dia akan binasa”

Tapi ia bergembira ketika keponakannya yakni Nabi Muhammad terlahir. Rasa cinta Rasulullah diungkapkan dengan memerdekakan budaknya.

 

Baca juga: KEUTAMAAN SEDEKAH: Indahnya Berbagi dengan Sesama

 

KISAH CINTA PARA SAHABAT KEPADA RASULULLAH SAW.

Cinta Rasulullah

  1. Menangis ketika mendengar Nama Rasulullah

Kholifah Umar bin Khottob ketika menjaga penduduknya siang malam jarang tidur, pada suatu malam ketika beliau berkeliling mendengar suara nenek yang memuji muji Nabi Muhamad SAW, beliau mencari tempat duduk untuk menangis karena rindu dengan Rasulullah.

Malik bercerita bahwa ia menemui Amir bin Abdullah bin Zubair ketika amir  mendengar nama Rasulullah, beliau menangis sampai air matanya habis.

Sahabat Qotadah ketika mendengar nama Rasulullah, beliau menjerit dengan keras karena rindu dengan Rasulullah SAW.

 

  1. Sebatang kayu menangis karena rindu Rasulullah.

Rasulullah pada suatu saat ditawari sahabat untuk mengganti mimbar masjid beliau yang sudah tua, Rasulullah menyetujui dan mimbar yang sudah tua diletakkan di sebelah masjid.

Ketika beliau khutbah pada hari jum’at terdengar suara tangisan batang pohon dari mimbar yang lama yang biasa dipegangi rasulullah, para sahabat mendengar dan mengetahui asal suara tersebut. lama kelamaan suara itu makin keras sehingga mengganggu konsentrasi para jamaah. Akhirnya Rasulullah SAW turun dari mimbar untuk mendiamkan batang kayu dari mimbar itu yang sebenarnya rindu dengan dengan sentuhan tangan beliau. Rasulullah bersabda:

ألا ترضى أن تدفن هاهنا وتكون معي في الجنة؟؟  فسكن الجذع

Artinya : “Adakah engkau tidak ridho untuk dipendam di sini dan engkau bersamaku di surga, “maka batang kayu itu diam.

 

  1. Sauban rindu Rasulullah sampai wajahnya pucat.

Cinta RasulullahSauban adalah sahabat yang menjadi khodamnya Rasulullah SAW. Pada suatu saat Rasulullah SAW. keluar rumah subuh-subuh dan kembali sangat lama. Ketika rasulullah datang si sauban menangis.

Wahai sauban apa yang menyebabkan engkau menangis ?

Sauban menjawab : aku rindu engkau wahai Rasulullah

Rasulullah bertanya : apakah tidak ada selain itu?

Sauban berkata : Aku kepikiran di hari kiamat di surga dan di neraka. Aku yakin ketika aku masuk surga tidak mungkin bersama engkau wahai Rasul, engkau bersama para Nabi dan Shiddiqin, maka Rasulullah tersenyum. Rasulullah bersabda :

يا ثوبان أما علمت أن المرء يحشر مع من أحَب ؟

Wahai sauban tidakkah engkau tahu bahwa sesungguhnya seseorang akan di giring bersama orang yang dicintai

 قال الله تبارك وتعالى :

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqii[1], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.

 

  1. Ayah Abu Bakar As-Shidiq Masuk Islam

Ketika Terbukanya kota Makkah Abu Qukhofah masuk Islam  yang mana ia masuk Islam  terlambat, ia sudah menjadi buta kemudian ia dibopong oleh putranya yaitu Abu bakar untuk dibawa kepada Rasulullah SAW. Untuk mengumumkan keislamannya dan untuk dibai’at oleh Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Bakar: Kenapa tidak kamu biarkan saja ayahmu di rumah dan aku mendatanginya .

Abu bakar berkata : Engkau lebih berhak untuk didatangi wahai Rasulullah.

Abu qukhofah masuk Islam, Abu bakar menangis. Para Sahabat berkata : Ini adalah hari bahagia wahai Abu bakar karena Ayahmu masuk Islam  lalu apa yang menyebabkan engkau menangis?

Abu bakar berkata: Saya lebih bahagia apabila yang masuk Islam  dan dibaiat oleh Rasulullah adalah Abu tholib, karena ini bisa lebih menyenangkan dan membahagiakan beliau.

Betapa tinggi kecintaan Abu bakar As-Siddi kepada Rasulullah SAW. Beliau selalu mendahulukan Rasulullah dan keluarganya dan mengakhirkan keluarganya sendiri walaupun itu ayahandanya.

Dalam sebuah riwayat beliau meninggal dunia ada dua sebab :

  1. Sebab beliau Rindu kepada Rasulullah, beliau sering menangis sampai air matanya mengalir dan merobek melukai pipinya.
  2. Sebab beliau pernah digigit ular ketika bersama Rasulullah SAW di gua tsur dan kambuh lagi sehingga meninggal dunia.

 

  1. Bilal bin Rabah

Bilal adalah sahabat yang pertama mengumandangkan adzan untuk menunaikan sholat di masjid Nabawy atas perintah Rasulullah SAW. Ia adzan sampai kira kira 10 tahun lamanya.

Setelah Rasulullah meninggal dunia bilal pergi ke rumah Abu Bakar seraya berkata: wahai Abu bakar Rasulullah SAW pernah bersabda: “Amalan orang mu’min yang paling afdhol adalah jihat fi sabilillah.

Abu Bakar bertanya: apa yang kamu kehendaki wahai bilal?

Bilal menjawab : Saya ingin berjuang di jalan Allah sampai mati.

Abu Bakar bertanya : lalu siapa yang adzan?

Bilal menjawab sambil meneteskan air mata: Aku tidak akan adzan untuk seseorang setelah meninggalnya Rasulullah.

Abu Bakar berkata: tapi kamu keluar tidak kembali, wahai bilal adzanlah untukku!

Bilal berkata: Wahai Abu bakar Jika engkau memerdekakanku karenamu maka kerjakanlah terserah engkau , tapi jika engkau memerdekakanku karena Allah SWT maka maka tinggalkan aku

Abu Bakar berkata : Aku merdekakan kamu karena Allah. Lalu Bilal pergi ke syam untuk berjihad.

Setelah beberapa tahun Bilal bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW: Wahai bilal kenapa engkau tidak pernah ziarah kepadaKU.

Maka Bilal sedih ia menaiki kuda menuju madinah untuk ziarah ke makam Rasulullah SAW. Ia menangis di makam Rasulullah SAW.

Cucu Rasulullah Sayyidina Hasan RA. Dan Sayyidina Husain RA. Menghampiri bilal sambil memeluk keduanya. Kedua cucu Rasulullah SAW berkata: Wahai Bilal Apakah kamu tidak ingin adzan pada waktu sahur. Ketika bilal adzan di masjid Nabawy semua penduduk Madinah bergemuruh sama menangis, ketika sampai lafat وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ الله  seluruh penduduk madinah pecah air matanya, sama menangis karena rindu pada Rasulullah SAW.

 

Demikian kisah cinta para sahabat yang begitu besar kepada Rasulullah SAW. yang menjadikan mereka orang-orang pilihan karena selalu mendahulukan Rasulullah SAW. Semoga kita sebagai umat kahir zaman mampu meneladani para sahabat dan senantiasa menumbuhkan cinta Rasulullah Muhammad SAW. Semoga Bermanfaat!

Tinggalkan komentar