MAULID NABI: Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw (Lengkap)

MAULID NABI: Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw (Lengkap)

Maulid NabiMaulid Nabi Muhammad SAW adalah hari agung kelahiran sang Rasul yang rutin diperingati setiap malam 12 Rabiul Awal. Peringatan maulid ini menjadi sebuah tradisi yang dilakukan secara turun temurun. Hamper semua orang merasakan kebahagiaan saat peringatan maulid nabi Ini. Sehingga tidak sedikit orang yang mau bersedekah dan meluangkan waktunya untuk sekedar mengingat maulid nabi maupun ikut menyemarakkan peringatan maulid nabi. Di tengah hiruk pikuk kebahagiaan tersebut, ada beberapa kalangan yang mempertanyakan peringatan maulid Nabi. Bagaimana hukunya, berikut kita bahas bersama.

ان الله وملائكته يصلون على النبي يا ايها الذبن امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

Artinya:

” Sesungguhnya Allah dan Malaikat- malaikatnya sama membaca sholawat kepada Nabi Wahai orang orang yang beriman Bacalah kamu semua sholawat dan salam kepadanya.”

HUKUM MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Maulid NabiMemperingati maulid Nabi Muhammad SAW adalah boleh serta mendapat pahala

البِدعَةُ : لُغَةً هيَ مَا أُحْدِثَ على غَيْرِ مِثالٍ سابِقٍ

وشَرْعًا الْمُحْدَثُ الَّذي لَمْ يَنُصَّ عليهِ القُرءانُ ولا الْحَديثُ.

Bid’ah dari segi bahasa adalah sesuatu yang dilakukan dengan tanpa ada contoh sebelumnya. Bid’ah dari segi isilah adalah sesuatu yang dilakukan dengan tanpa ada dalil nas dalam Al-Qur’an dan Al-Hadis.

 

DALIL MAULID NABI MUHAMMAD SAW :

  1. Maulid Nabi Muhammad SAW mempunyai dalil dalam Al-Qur’an ,sebagaimana firman Allah SWT yang memuji kaumnya Nabi Isa AS.

ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan Rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang- orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah[1] Padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik. (QS. Hadid: 27)

  1. Dalil dari ucapan dan perbuatan khulafa’ur rosyidin: bahwa mereka melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh Rosululloh SAW. dan tidak pernah diperintah oleh Rasululah SAW
  2. Abu bakar mengumpulkan Al-Qur’an dan memberi nama “Al- Mushaf”
  3. Umar mengumpulkan manusia untuk solat tarawih berjamaah”نِعْمَتِ البِدْعَةُ هَذِهِ”، beliau berkata ini adalah bid’ah yang baik
  4. Usman menyuruh adzan yang dilakukan pertama kali untuk solat jum’at
  5. Ali memberi harokat dan titik pada Al-Qur’an

Ini semua adalah sesuatu yang baru yang belum pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan belum pernah diperintahkan oleh Rasulullah SAW dan tidak ada ulama yang menentangnya.

 

Peringatan Maulid Nabi Sallallahu ’alaihi wa sallam adalah boleh

Maulid Nabi

قالَ الإمامُ الشَّافِعيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ “الْمُحْدَثَاتُ مِنَ الأُمورِ ضَرْبَانِ أَحَدُهُما ما أُحْدِثَ مِمَّا يُخالِفُ كِتابًا أو سُنَّةً أو إِجْماعًا أوْ أَثَرًا فَهَذِهِ البِدْعَةُ الضَّلالةُ والثَّانِيَةُ ما أُحْدِثَ مِنَ الْخَيْرِ ولا يُخالِفُ كِتابًا أوْ سُنَّةً أَو إِجْماعًا وهَذِهِ مُحْدَثَةٌ غَيْرُ مَذْمُومَةٍ” رواهُ البَيْهَقِيُّ بالإسْنادِ الصَّحيحِ في كِتابِهِ مَناقِبُ الشَّافِعِيِّ. وَمَعْلومٌ أنَّ الْمُحَدِّثينَ أَجْمَعُوا على أنَّ الشَّافِعِيَّ رَضيَ اللهُ عنهُ هُوَ الْمَقْصُودُ بِقوْلِهِ صلى الله عليه وسلم “عالِمُ قُرَيْشٍ يَمْلأُ طِباقَ الأَرْضِ عِلْمَا” رَواهُ التِّرْمِذِيُّ. أَمَّا البَيْهَقِيُّ فَهُوَ مِنَ الْحُفَّاظِ السَّبْعَةِ الَّذينَ اتُّفِقَ على عَدَالَتِهِم.

Imam syafi’I berkata : Bid’a (perkara baru) ada 2: Bid’ah dholalah : Mengadakan sesuatu yang baru yang bertentangan dg Al—Qur’an, Hadis dan ijma’. Bid’ah Hasanah: Mengadakan sesuatu yang baru yang tidak  bertentangan dg Al-Qur’an, Hadis dan ijma’.

Maulid nabi tidak bertentangan dg Al-Quran dan hadis. Peringatan Maulid Nabi Sallallahu ’alaihi wa sallam adalah merupakan salah satu bentuk ungkapan  kebahagiaan dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Sallallahu ’alaihi wa sallam, yang dengan ungkapan demikian, orang kafir sekalipun telah mendapatkan kemanfaatan.

Telah dijelaskan didalam hadits riwayat Imam Al Bukhari, bahwa Abu Lahab saja si kafir tiap hari Senin ia diringankan siksanya disebabkan oleh karena ia telah membebaskan Tsuwaibah budak perempuannya karena merasa gembira atas lahirnya orang terpilih, Nabi Sallallahu ’alaihi wa sallam.

Pendapat Tokoh

Al Hafidz Syamsuddin Muhammad bin Nashiruddin ad Dimasqiy  menyatakan dalam  syairnya :

إِذَا كَانَ هَـذَا كَافِراً جَاءَ ذَمُّـهُ  🔅بِتَبَّتْ يَـدَاهُ فِي اْلجَحِيْـمِ مُخَـلَّـــدًا

أَ تَى أَنَّـهُ فِيْ يَوْم ِ إْلإِ ثْـنَيــْنِ دَائِـمـًا 🔅يـُخَفَّـفُ عَنـْهُ لِلُّسُـرُوْرِ بِأَحْمَـدً ا

  فَمَا الظَنُّ بِاْلعَبـْدِ الَّذِيْ طُوْلَ عُمْـرِهِ  🔅بِأَحْـمَــدَ مَسْـرُوْرًا وَمَاتَ مُـوَحِّـدَا

 

jika Abu Lahab si kafir yang tercela 🔅 dengan binasa kedua tangannya, di neraka jahim disiksa selamanya

Setiap Senin ia selalu mendapatkan keringanan siksanya 🔅 lantaran ketika Ahmad terlahir ia merasa gembira

Lalu apa pendapat anda tentang seorang hamba yang selama hidupnya 🔅 dengan Ahmad merasa gembira dan matipun ia mengesakan Tuhannya.

Hadits tentang ini diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dalam kitab Shahihnya. Dikutip pula oleh Al Hafidz Ibn Hajar dalam Fathul Barri diriwayatkan oleh al Imam Abdur Razaq Ash Shon’aniy dalam kitab Al Mushonnaf, juz ke 7 halaman 478, Al Hafidz Al Baihaqi dalam kitab _ad Dalail, dan Ibnu Katsir dalam As Sirah an Nabawiyyah minal Bidayah juz 1 halaman 224, dll.

Terjemah dari:  Al lhtifal Bi Dzikra Maulidin Nabiyisy Syarif Karya Abuya Prof. DR.  As Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki Al Hasani

 

Cara Sahabat Merayakan Maulid

Maulid Nabi

من صور احتفال الصحابة بالنبي صلى الله عليه وسلم : أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْحَافِظُ ، أنا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ ، ثنا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى ، ثنا مُسَدَّدٌ ، ثنا مَرْحُومُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ الْعَطَّارُ ، ثنا أَبُو نَعَامَةَ السَّعْدِيُّ ، عَنْ أَبِي عُثْمَانَ ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : خَرَجَ مُعَاوِيَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى حَلْقَةٍ فِي الْمَسْجِدِ ، فَقَالَ مَا أَجْلَسَكُمْ ؟ قَالُوا : جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللَّهَ ، قَالَ : آللَّهُ ، مَا أَجْلَسَكُمْ إِلا ذَلِكَ ؟ قَالُوا : وَاللَّهِ مَا أَجْلَسَنَا إِلا ذَلِكَ ، قَالَ : أَمَا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ ، وَمَا كَانَ أَحَدٌ بِمَنْزِلَتِي مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقَلَّ عَنْهُ حَدِيثًا مِنِّي ، إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى حَلْقَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ ، فَقَالَ : ” مَا أَجْلَسَكُمْ ؟ قَالُوا : جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللَّهَ وَنَحْمَدُهُ عَلَى مَا هَدَانَا لِلإِسْلامِ ، وَمَنَّ عَلَيْنَا بِكَ ، قَالَ : آللَّهُ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلا ذَلِكَ ؟ قَالُوا : وَاللَّهِ مَا أَجْلَسَنَا إِلا ذَلِكَ ، قَالَ : أَمَا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ ، وَلَكِنَّهُ أَتَانِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلامُ فَأَخْبَرَنِي أَنَّ اللَّهَ يُبَاهِي بِكُمُ الْمَلائِكَةَ ” ،{رَوَاهُ مُسْلِمٌ فِي الصَّحِيحِ ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ ، عَنْ مَرْحُومٍ

Rasulullah Saw keluar menemui sekelompok para sahabat. Beliau bertanya: Apa yang membuat kalian duduk disini? Mereka menjawab: Kami duduk disini untuk berdzikir kepada Allah, kami memujinya atas limpahan hidayah agama Islam kepada kami dan telah memberi anugerah kepada kami. Rasulullah bertanya: Demi Allah, apakah tidak ada tujuan lain? Sahabat menjawab: Demi Allah kami tidak punya tujuan lain. Rasulullah bersabda: Saya tadi bersumpah bukan karena berprasangka buruk pada kalian, tetapi karena Jibril datang kedapaku dan mengabarkan bahwa Allah mmembanggakan kalian kepada para malaikat” (HR Muslim, al-Turmudzi dan al-Nasa’i)

Riwayat Abu Hurairah dan Abu Said al-Khudri:

وَعَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ وَأَبِيْ سَعِيْدِ الْخُدْرِيِّ أَنَّهُمَا شَهِدَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنَّهُ قَالَ لاَ يَقعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ حَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهِ فِيْمَنْ عِنْدَهُ (رواه مسلم)

“Rasulullah Saw bersabda: Tidak ada sekelompok kaum pun yang berdzikir kepada Allah, kecuali malaikat akan mengelilingi mereka, rahmat akan menyelimuti mereka, ketenangan akan datang pada mereka, dan Allah akan menyebutnya di dalam orang-orang dekatnya” (HR Muslim)

Riwayat dari Anas:

وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنَّهُ قَالَ إِنَّ ِللهِ سَيَّارَةً مِنَ الْمَلاَئِكَةِ يَطْلُبُوْنَ حِلَقَ الذِّكْرِ فَإِذَا أَتَوْا عَلَيْهِمْ وَحَفُّوْا بِهِمْ ثُمَّ بَعَثُوْا رَائِدَهُمْ إِلَى السَّمَاءِ إِلَى رَبِّ الْعِزَّةِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فَيَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا أَتَيْنَا عَلَى عِبَادٍ مِنْ عِبَادِكَ يُعَظِّمُوْنَ آلاَئِكَ وَيَتْلُوْنَ كِتَابَكَ وَيُصَلُّوْنَ عَلَى نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَسْأَلُوْنَكَ ِلآخِرَتِهِمْ وَدُنْيَاهُمْ فَيَقُوْلُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى غَشُّوْهُمْ رَحْمَتِي فَيَقُوْلُوْنَ يَا رَبِّ إِنَّ فِيْهِمْ فُلاَنًا الْخَطَّاءَ إِنَّمَا اعْتَنَقَهُمْ اِعْتِنَاقًا! فَيَقُوْلُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى غَشُّوْهُمْ رَحْمَتِي فَهُمْ الْجُلَسَاءُ لاَ يَشْقَى بِهِمْ جَلِيْسُهُمْ (رواه البزار)

“Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling mencari kelompok-kelompok dzikir. Jika mereka telah mendatanginya dan mengelilinginya, mereka mengutus pimpinan mereka ke langit, kepada Tuhan pemilik keagungan. Mereka berkata: Wahai Tuhan kami, kami telah mendatangi sebagian hamba-Mu yang mengagungkan nikmat-nikmat-Mu, membaca kitab-Mu, bershalawat kepada Nabi-Mu, Muhammad Saw, meminta kepada-Mu untuk urusan akhirat dan dunia mereka. Allah berfirman: Naungi mereka dengan rahmat-Ku. Malaikat berkata: Sesungguhnya dalam kelompok itu ada seseorang yang banyak berbuat salah dan ia hanya ikut-ikutan saja. Allah berfirman: Naungi mereka dengan rahmat-Ku. Mereka adalah ahli ibadah yang tak terpengaruh keburukan orang lain” (HR al-Bazzar)

Riwayat dari Abu Hurairah:

 

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ ِللهِ مَلاَئِكَةً سَيَّارَةً فُضَلاَءَ يَلْتَمِسُوْنَ مَجَالِسَ الذِّكْرِ فِي اْلأَرْضِ فَإِذَا أَتَوْا عَلَى مَجْلِسِ ذِكْرٍ حَفَّ بَعْضُهُمْ بَعْضًا بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ فَيَقُوْلُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مِنْ أَيْنَ جِئْتُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ فَيَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا جِئْنَا مِنْ عِنْدِ عِبَادِكَ يُسَبِّحُوْنَكَ وَيُكَبِّرُوْنَكَ وَيُحَمِّدُوْنَكَ وَيُهَلِّلُوْنَكَ وَيَسْأَلُوْنَكَ وَيَسْتَجِيْرُوْنَكَ فَيَقُوْلُ مَا يَسْأَلُوْنَنِي وَهُوَ أَعْلَمُ فَيَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا يَسْأَلُوْنَكَ الْجَنَّةَ فَيَقُوْلُ وَهَلْ رَأَوْهَا ؟ فَيَقُوْلُوْنَ لاَ يَا رَبِّ فَيَقُوْلُ كَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا ثُمَ يَقُوْلُ وَمِمَّ يَسْتَجِيْرُوْنَنِي وَهُوَ أَعْلَمُ ؟ فَيَقُوْلُوْنَ مِنَ النَّارِ فَيَقُوْلُ هَلْ رَأَوْهَا ؟ فَيَقُوْلُوْنَ لاَ فَيَقُوْلُ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا ثُمَّ يَقُوْلُ اِشْهَدُوْا أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ وَأَعْطَيْتُهُمْ مَا سَأَلُوْنِيْ وَأَجَرْتُهُمْ مِمَّا اسْتَجَارُوْنِي فَيَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا إِنَّ فِيْهِمْ عَبْدًا خَطَّاءَ جَلَسَ إِلَيْهِمْ وَلَيْسَ مَعَهُمْ فَيَقُوْلُ وَهُوَ أَيْضًا قَدْ غَفَرْتُ لَهُ هُمُ الْقَوْمُ لاَ يَشْقَى بِهِمْ جَلِيْسُهُمْ (رواه مسلم والحاكم واللفظ له)

“Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya Allah memiliki malaikat utama yang berkeliling mencari majlis-majlis dzikir di bumi. Jika mereka mendatangi majlis dzikir, maka sebagian mereka mengepakkan sayap-sayap mereka ke langit. Allah berfirman: Darimana kalian? Dan Allah maha mengetahui. Malaikat berkata: Kami dari hamba-hamba-Mu yang mensucikan-Mu, mengagungkan-Mu, memuji-Mu, bertahlil kepada-Mu, meminta kepada-Mu dan mencari keselamatan dari-Mu. Allah berfirman: Apa yang mereka minta? Allah maha mengetahui. Mereka berkata: Wahai Tuhan kami, mereka meminta surga. Allah berfirman: Apakah mereka melihat surga? Malaikat menjawab: Tidak. Allah berfirman: Bagaimana kalau mereka melihatnya? Lalu Allah berfirman: Mereka minta keselamatan dari apa? Dan Allah maha mengetahui. Malaikat menjawab: Dari neraka. Allah berfirman: Apakah mereka melihat neraka? Malaikat menjawab: Tidak. Allah berfirman: Bagaimana kalau mereka melihatnya? Allah berfirman: Saksikanlah bahwa Aku mengampuni mereka, Aku memberikan permintaan mereka dan Aku kabulkan permintaan keselamatan mereka. Malaikat berkata: Wahai Tuhanku, di sana ada seorang hamba yang banyak berbuat salah dan dia bukan kelompok mereka. Allah berfirman: Aku ampuni dia. Mereka adalah kaum yang tak terpengaruh keburukan orang lain.

Riwayat Imam Nawawi:

وَقَالَ النَّوَوِيُّ فِي هَذَا الْحَدِيْثِ فَضِيْلَةُ الذِّكْرِ وَفَضِيْلَةُ مَجْلِسِهِ وَالْجُلُوْسِ مَعَ اَهْلِهِ وَاِنْ لَمْ يُشَارِكْهُمْ وَفَضِيْلَةُ مُجَالَسَةِ الصَّالِحِيْنَ وَبَرَكَتِهِمْ اهـ

Dalam hadis ini terdapat keutamaan dzikir, keutamaan majlis dzikir dan berkumpul bersama ahli dzikir meskipun tidak sama seperti mereka, juga keutamaan berkumpul bersama orang sholeh dan berkah mereka.”

Riwayat Anas bin Malik:

وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ قَوْمٍ يَذْكُرُوْنَ اللهَ جَمِيْعًا لاَ يُرِيْدُوْنَ بِذَلِكَ إِلاَّ وَجْهَهُ إِلاَّ نَادَاهُمْ مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ أَنْ قُوْمُوْا مَغْفُوْرًا لَكُمْ قَدْ بَدَّلْتُ سَيِّئَاتِكُمْ حَسَنَاتٍ (رواه احمد والطبراني وابو يعلى)

“Rasulullah Saw bersabda: Tidak sekelompok kaum pun yang berdzikir semua kepada Allah, mereka mereka tidak mengharap apapun kecuali ridla Allah, kecuali mereka akan diseru dari langit: Berdirilah kalian telah diampuni. Aku telah menggantikan kejelekan kalian dengan kebaikan-kebaikan” (HR Ahmad, al-Thabarani dan Abu Ya’la)

Riwayat dari Abu Darda’:

وَعَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَبْعَثَنَّ اللهُ أَقْوَامًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي وُجُوْهِهِمُ النُّوْرُ عَلَى مَنَابِرِ اللُّؤْلُؤِ يَغْبِطُهُمُ النَّاسُ لَيْسُوْا بِأَنْبِيَاءَ وَلاَ شُهَدَاءَ قَالَ فَجَثَّا أَعْرَابِيٌّ عَلَى رُكْبَتَيْهِ فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ صِفْهُمْ لَنَا نَعْرِفُهُمْ قَالَ هُمُ الْمُتَحَابُّوْنَ فِي اللهِ مِنْ قَبَائِلَ شَتَّى وَبِلاَدٍ شَتَّى يَجْتَمِعُوْنَ عَلَى ذِكْرِ اللهِ يَذْكُرُوْنَهُ (رواه الطبراني)

“Rasulullah Saw bersabda: Allah akan membangkitkan kaum-kaum di hari kiamat, di wajahnya terdapat cahaya laksana mutiara, mereka dikerumuni banyak orang, mereka bukan nabi atau syuhada. Kemudian ada seorang a’rabi (suku pedalaman Arab) datang dengan melangkah menggunakan lututnya: Wahai Rasulullah, terangkan kepada kami tentang mereka agar kami mengenalnya. Rasulullah menjawab: Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, mereka dari suku yang berbeda dan dari negara yang berbeda, mereka berkumpul untuk berdzikir kepada Allah dan mereka mengingat-Nya” (HR al-Thabarani)

 

Barokahnya Bahagia dengan Nabi Serta Bacaan Maulid Nabi dengan Sighot yang Berbeda-beda

بركة الفرح بالحبيب و قراءة المولدالشريف بأي صيغة

” يحشر المرء مع من احب “

Seseorang akan digiring dipadang makhsyar bersama orang yang dicintai

و قال سيدنا معروف الكرخي قدس الله سره: من هيأ طعاما لاجل قرآءة مولد النبي صلى الله عليه و سلم و جمع اخوانا و اوقد سراجا و لبس جديدا و تبخر و تعطر تعظيما لمولد النبي صلى الله عليه و سلم حشره الله يوم القيامة مع الفرقة الاولى من النبيين و كان في اعلى عليين.

SyekhMa’ruf Al Karkhi Berkata: Siapa saja yang menyediakan makanan utk membaca mauliur rasul , mengumpulkan teman menyalakan lampu, berpakaian bagus, membakar menyan arab, pakai wangi wangian karena mauled nabi, maka ia akan digiring dipadang makhsyar bersama golongan pertama: para nabi, dan diletakkan disurga paling tinggi.

Riwayat lain:

و قال سيدنا الامام فخر الدين الرازي: ما من شخص قرأ مولد النبي صلى الله عليه و سلم على ملح او بر او شئ آخر من المأكولات الا ظهرت فيه البركة و في كل شئ وصل اليه من ذلك المأكول فانه يضطرب و لا يستقر حتى يغفر الله لآكله.  ومن قرأ مولد النبي صلى الله عليه و سلم على دراهم مسكوكة فضة كانت او ذهبا  وخلط تلك الدراهم بغيرها و قعت فيها البركة ببركة النبي صلى الله عليه و سلم.

 

Syekh Fakhruddin Ar-Rozy berkata : Seseorang yang menbaca Maulid nabi dengan membawa macam-macam makanan maka akan tampak barokah, dan apa saja yg dimakan , maka Alloh akan mengampuni orang yang memakannya.dan barang siapa yang membaca mauled nabi dengan membawa uang dirham yang diukir dg perak atau emas yang dicampur dengan yang lainnya, maka barokah akan turun, sebagai barokan dari Nabi Muhamad SAW.

قال سيدنا الامام السيوطي: ما من مسلم قرأ في بيته مولد النبي صلى الله عليه و سلم الا رفع الله سبحانه و تعالي القحط و الوباء و الحرق و الغرق و الآفات و البليات و البغض و الحسد و عين السوء و اللصوص عن اهل ذلك البيت فاذا مات هون الله عليه جواب منكر و نكير و يكون في مقعد صدق عند مليك مقتدر.

Syekh jalaluddin As-Suyuti berkata: Seorang muslim yang didalam rumahnya dibacakan mauled nabi, maka Alloh menghilangkan paceklik, wabah, kebakaran, banjir, afat, balak, dibenci orang, dihasuti orang, dipandang orang jelek, dijauhkan dari pencurian, jika orang yg rumahnya dipakai maulidan meninggal dunia , maka ia akan dipermudah menjawab malaikat munkar dan nakir, dan ditempatkan di tempat yang baik.

 

Boleh Copypaste materi dari web ini, tapi jangan lupa cantumkan sumbernya ya. Terimakasih.

Tinggalkan komentar