PUASA DAUD: Pengertian, Niat, Tata cara, dan Hikmah di dalamnya (Lengkap)

PUASA DAUD: Pengertian, Niat, Tata cara, dan Hikmah di dalamnya (Lengkap)

Puasa Daud – Salah satu ibadah yang disyariatkan dalam Islam dan punya nilai khusus adalah puasa. Puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkannya mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Puasa disebut ibadah khusus karena Allah SWT sendiri yang ingin memberikan pahala kepada para shoim. Terlepas dari itu, ibadah puasa memiliki banyak macamnya. Kali ini kita akan membahas tentang puasa daud.

Pengertian Puasa Daud

Puasa Daud adalah puasa yang dilakukan oleh Nabi Daud dengan cara sehari berpuasa, sehari tidak berpuasa,yang dilakukan secara terus menerus selang seling Ini adalah sebaik-baik puasa dan derajat puasa yang paling tinggi setelah puasa ramadhan

Dalil Puasa Daud

Hadits 1

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan padanya,

أَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – وَأَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ ، وَكَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ ، وَيَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

Sebaik-baik shalat di sisi Allah adalah shalatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Dan sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud. Nabi Daud dahulu tidur di pertengahan malam dan beliau shalat di sepertiga malamnya dan tidur lagi di seperenamnya. Adapun puasa Daud yaitu puasa sehari dan tidak berpuasa di hari berikutnya.” (HR. Bukhari no. 1131).

Hadits 2

عن عَبْد الله بْن عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ – رَضِيَ الله عَنْهُمَا – قال: قَالَ لِي رَسُولُ الله – صلى الله عليه وسلم -: «يَا عَبْدَ الله! أَلَمْ أُخْبِرْ أَنَّكَ تَصُومُ النَّهَارَ وَتَقُومُ اللَّيْلَ»؟ فَقُلْتُ: بَلَى يَا رَسُولَ الله! قَالَ: «فَلَا تَفْعَلْ؛ صُمْ وَأَفْطِرْ، وَقُمْ وَنَمْ؛ فَإِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِعَيْنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِزَوْجِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِزَوْرِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ؛ فَإِنَّ لَكَ بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا؛ فَإِنَّ ذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ»، فَشَدَّدْتُ فَشُدِّدَ عَلَيَّ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ الله! إِنِّي أَجِدُ قُوَّةً، قَالَ: «فَصُمْ صِيَامَ نَبِيِّ الله دَاوُدَ – عليه السلام – وَلَا تَزِدْ عَلَيْهِ»، قُلْتُ: وَمَا كَانَ صِيَامُ نَبِيِّ الله دَاوُدَ – عليه السلام؟ قَالَ: «نِصْفَ الدَّهْرِ»؛ فَكَانَ عَبْدُ الله يَقُولُ –بَعْدَ مَا كَبِرَ-: يَا لَيْتَنِي قَبِلْتُ رُخْصَةَ النَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم( أخرجه البخاري في كتاب الْصَوْمِ، باب/ حَقِّ الْجِسْمِ فِي الصَّوْم (ح1849)

Diceritakan dari Abdullah Bin Amr bin Ash RA. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW. Bersabda kepadaku, ”wahai Abdullah tidakkah aku memberitahumu bahwa sesungguhnya kamu puasa pada siang hari dan beribadah pada malam hari“, maka aku menjawab ya wahai Rasul, beliau bersabda :” Jangan dilakukan, berpuasalah dan berbukalah, ibadalah pada malam hari dan tidurlah! Karena sesungguhnya jasadmu mempunyai hak kepadamu, matamu mempunyai hak  padamu, istrimu mempunyai hak padamu, tamumu mempunyai hak padamu. Sesungguhnya cukup untukmu puasa tiga hari pada tiap tiap bulan,  sesungguhnya bagimu untuk tiap kebaikan dengan sepuluh pahala yang dilipatgandakan maka sesungguhnya semua itu seperti puasa setahun penuh, maka saya menolong lalu saya ditolong” kemudian aku berkata: wahai Rasulullah sesungguhnya saya masih mempunyai kekuatan “Rasulullah bersabda:” Puasalah seperti puasa Nabi Daud AS. Dan jangan menambah dari itu“. Saya berkata: Berapa banyak puasa Nabi Daud? Rasulullah bersabda setengah tahun” maka Abdullah berkata setelah tua andaikata aku tidak menerima kemurahan Rasulullah SAW. (HR Bukhory Fi Kitabis Shoum Babu haqqil jismi fi As- Shoum)

 

Niat puasa Daud

Sebelum puasa Daud seseorang harus mempunyai niat terlebih dahulu. Niat dilakukan di hati, sedangkan untuk membantu hati supaya mudah berniat maka disunnahkan membaca niat di lisan dengan bacaan niat di bawah ini:

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَةً لِلهِ تَعَالىَ

Artinya: Saya niat puasa Daud sunnah karena Allah Ta’ala

 

Tata Cara Puasa Daud

Puasa Daud

  1. Waktu niat

Niat puasa DAUD dimulai setelah sholat isa’ sampai siang sebelum matahati tergelincir( sebelum dluhur)

  1. Shahur

Disunnahkan bagi orang yang mau melakukan puasa untuk makan sahur terlebih dahulu agar kuat dalam menjalankan ibadah dan aktivitas sehari hari. Sebagaimana hadis Rasulullah SAW.

تَسَحَّرُوْا فَإِن فِي السَّحُوْرِ بَرَكَة

Makan sahurlah kalian semua karena didalam makan sahur ada barokah

  1. Berbuka

Seseorang yang dalam sehari melaksanakan puasa hendaklah ia menyegerakan diri untuk berbuka puasa.

 

Hikmah Puada Daud

Puasa DaudPuasa Daud adalah Puasa  yang sangat baik setelah bulan Ramadlon. Tentu mempunyai beberapa hilmah yang perlu untuk diketahui, di antaranya adalah :

1. Mengetuk pintu surga

Seseorang yang mau berpuasa karena Alloh Ta’ala maka ia telah mengetuk pintu surga berkali kali dengan lapar dan dahaga.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

قال النبي لعائسة :داوِمِي قرعَ بَابِ الجنة, قالت بماذا قال صلى الله عليه وسلم بالجوع

Artinya: Rasulullah SAW. Bersabda kepada Syayyidah ‘Aisyah :” Sering seringlah mengetuk pintu surga, Sayyidah ‘Aisyah bertanya dengan apa? Rasulullah SAW bersabda:” dengan lapar”.

Sungguh mulia ummatnya Rasulullah Muhamad SAW, karena mereka diberi peluang yang sangat banyak dan luas oleh Alloh dalam setiap saat.

2. Mendapatkan kecintaan dari Allah SWT sebagaimana hadits di atas.

3. Untuk menghormati hak-hak yang lain walaupun Abdullah bin Amr bin Ash ingin ibadah puasa setahun penuh dan tiap hari, akan tetapi Rasulullah SAW melarangnya karena manusia tidak selamanya mempunyai kekuatan untuk berpuasa, manusia tidak selamanya punya dorongan untuk giat beribadah dan terkadan ada rasa bosan dll.

Hak dasar yang harus dipenuhi Manusia

Di antara hak hak yang harus dipenuhi manusia adalah :

1. Hak badan,

seseorang yang berpuasa  terus menerus akan menghawatirkan kesehatannya,  karena manusia mempunyai kemampuan yang terbatas, yang berbeda kekuatannya dengan para Nabi dan Para Rasul

Malam hari Nabi Daud membagi tiga bagian sepertiga: sepertiga pertama untuk istirahat, sepertiga terahir untuk qiyamul lail. Sehingga badan merasa nyaman.

 

2. Hak mata.

Ketika manusia memaksakan dirinya untuk beribadah ; siang untuk berpuasa dan malam untuk qiyamul lail maka mata tidak ada waktu untuk istirahat yang menyebabkan sakit, dan ini tidak dikehendaki dalam syariat Islam.

 

3. Hak istri

Istri mempunyai hak untuk diperhatikan sehingga Rasulullah

وروى فيها حديث أبي جحيفة في قصة سلمان وأبي الدرداء وقول سلمان لأبي الدرداء –رضي الله عنهما-: «وإن لأهلك عليك حقا»، وأقره النبي – صلى الله عليه وسلم – على ذلك أخرجه البخاري في كتاب الْصَوْم، باب/ مَنْ أَقْسَمَ عَلَى أَخِيهِ لِيُفْطِرَ (ح1842

Diriwayatkan oleh Abi Juhaifah tentang cerita ucapan salman kepada Abu Darda’ RA “Sesungguhnya Istrimu mempunyai hak yang harus engkau penuhi” kemudian dilaporkan kepada Rasulullah SAW.

Seseorang yang mengikuti bimbingan nabi dengan melakukan puasa Daud dan qiyamul lail seperti nabi Daud dan tidak berpuasa tiap hari maka ia masih menghormati hak-hak yang lain. Karena ini adalah tuntunan yang benar.

Abdullah bin Amr bin Ash ketika masa tua, ia merasa kekuatannya tidak seperti dahulu, ada rasa bosan, tidak ada kemampuan lagi seperti ketika muda maka ia bersyukur dengan bimbingan dari rasulullah SAW.

 

Kesimpulan:

Semua ibadah yang menuju pada Kholik Sang Pencipta jika berbenturan dengan hak hamba Alloh maka seseorang menjadi hina.  Sebagaiman Firman Allah SWT:

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ

Artinya : Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia ( Surat Ali-Imron 112)

SEMOGA BERMANFAAT DAN BAROKAH

Tinggalkan komentar